Friday 15th November 2019

    Pemkot Bogor Menerima Penghargaan Anugerah Pandu Negeri 2019 “Diterima Oleh Dedie Rachim

    Pemkot Bogor Menerima Penghargaan Anugerah Pandu Negeri 2019 “Diterima Oleh Dedie Rachim

    BOGOR-WARTA INDONESIA PEMBAHARUAN,  Jumat, 25 Oktober 2019 Pemerintah Kota  Bogor mendapat  penghargaan dari  APN (Anugerah Pandu Negeri) 2019  dalam kategori Silver  Indonesia Institute For Public Governance.

    Piagam tersebut diserahkan oleh  Ketua IIPG, Sigit Pramono kepada Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Yang bertempat Hotel Bidakara.Jakarta. . Penghargaan diberikan atas  daerah yang  dinilai berhasil membangun tata kelola dan budaya, masih yang bersih serta pemimpin inovatif, dengan  terobosan dalam peningkatan pertumbuhan sosio-ekonomi melalui tata kelola reformasi.

    Jajaran Pemkot Bogor, khususnya dalam aspek kinerja dan tata kelola pemerintahan yang baik,”perlu harus banyak yang diperbaiki  “Ungkap  Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

    Lanjut Wakil Walikota, Dedy Rachim, perolehaan  penghargaan harus menjadi semangat bagi karyawan  PNS jajaran Pemerintah Kota Bogor untuk terus meningkatkan kinerja dilingkungannya maupun  di  masyarakat.

    Ketua IIPG Sigit Purnomo mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada kepala daerah yang mendapatkan penghargaan. Beliau  menjelaskan, IIPG merupakan lembaga nirlaba dan penyelenggaran, karna tidak meminta sponsor, melainkan independen..

    “Mudah-mudahan apa yang kami lakukan ini dapat memperkuat tata kelola dan budaya di daerah masing-masing,” tuturnya.  IIPG awalnya didirikan bernama Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) pada tahun 2000 oleh 10 perguruan tinggi dan berganti nama menjadi IIPG.

    Selain melakukan penilaian tata kelola pemerintah provinsi, pemerintah kota dan pemerintah kabupaten, IIPG juga mengadakan kegiatan konsultasi, penelitian dan pelatihan. .

    “Kami berharap kegiatan ini dapat menyemangati pemimpin daerah untuk terus melakukan inovasi tata kelola pemerintahan yang baik di wilayah masing-masing,” ujarnya.

    Kriteria penilaian, dalam hal aspek performance 60 persen, meliputi pertumbuhan ekonomi, pengembangan manusia, hasil terobosan penting dan aspek governance 40 persen, meliputi tata kelola keuangan, tata kelola pemerintahan, anti korupsi.

    “Penilaian ini sangat independen dan sangat transparan,” tuturnya.  Sigit menyebutkan, dari 548 Provinsi, Kota dan Kabupaten yang dinilai, ada 63 daerah yang berkinerja baik dan sangat baik dalam tata kelola pemerintah.

    Ketua Dewan Penasehat IIPG yang juga wakil Presiden 2009-2014, Boediono mengatakan, membangun negeri ini memerlukan waktu secara kesinambungan dan konsisten dalam jangka panjang.  “Jadi, tidak cukup 5 tahun dalam mereformasi birokrasi. Di negara lain pun sama, butuh waktu,” Imbuhnya..

    Dalam upaya untuk membangun negeri ada tiga hal yang harus diperhatikan, yakni pendidikan, birokrasi dan infrastruktur.  Selain itu, produktivitas nasional harus terus ditingkatkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan. Kenaikan harga ekspor juga salah satu landasan untuk pembangunan dalam jangka panjang.

    Turut hadir, Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Akmal Malik, Komite Pengarah, Komite Penilai, Komite Penyaring dan kepala daerah atau yang mewakili penerima penghargaan. (Herta)

    Description: Bogor Diguyur Hujan Deras Setelah Alami Suhu Panas Mencapai 36 Derajat Celcius

    banner 468x60

    Subscribe

    Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

    No Responses

    Comments are closed.

    copyrihgt2019@PT.surya insan mandiri