Sunday 20th October 2019

    Program BSBS Dispermukim Kota Bogor “Harus Diprioritaskan Bagi Yang Membutuhkan

    Program  BSBS Dispermukim  Kota Bogor “Harus Diprioritaskan Bagi Yang Membutuhkan

    BOGOR-WARTA  INDONESIA  PEMBAHARUAN, Sejak pergantian Kepala Dinas Perumahaan dan Permukiman Kota Bogor dari Boris kepada Deni Susanto,  untuk  rekapan  kegiatan tahun  2019 tentang  progres  BSBS  dengan  fisiknya  baru  mencapai  50% dan  serta  dana  bantuannya  berkisar 50% yang  diikut  sertakan  dengan  58 Kelurahan. Program  BSBS  merupakan  bantuan  rumah  tidak  layak huni  yang  bersumber  dari dana APBN. BSBS  terdiri  dari bantuan strategis  dan  bantuan reguler. Sedangkan  Bangub  (Bantuan Gubernur) bersumber  dari  APBD Propinsi. Sebanyak  200 KK  (Kepala Keluarga) Kecamatan Bogor Barat meneima bantuan Bangub tahun 2019 “Ungkap Deni.

    Ir. Deni Susanto selaku Kepala Dinas Perumahaan dan Permukiman Kota Bogor yang didampingi oleh Feby Darmawan  SE.M.Bus  selaku Kabid  Perumahaan dan Permukiman  mengatakan  prosedur pengajuan program BSBS  tersebut dari  pendataan  oleh  kelurahaan  yang  layak  dibantu  dengan berpenghasilan  1,6 Juta / Bulan, dengan  sanggup  mengikuti  persyaratan  BSBS sampai  selesai. Selain  data  warga  dari  kelurahaan  nantinya  ada tim survey  ke lokasi  untuk  mengecek  kelayakannya,  melalui  surat  yang diajukan  oleh  si  PB  (Pemohon Bantuan) dengan mengikuti persyaratan  tersebut  dari Dinas Perumahaan dan Pemukiman  Kota  Bogor.

    Kemudian surat tersebut  nantinya  akan  diproses  ke Dispermukim  Kota  Bogor, jika si pemohon betul-betul  layak  dibantu,  “ karna melihat  fisik rumah dan  sanggup  berswadaya,  jadi  kami selaku  dinas  harus menyentuh  kepada  orang  (Pemohon)  yang  membutuhkan  dan diprioritaskan  “mana  yang  dibantu  dan tidak.

    Karna  bantuan  dana  anggaran  tersebut, nantinya   langsung  diberikan kepada  PB  (Penerima  Bantuan) dengan  senilai  sebesar  Rp. 15  Juta, berupa  barang  bangunan  dan  Rp. 2,5 juta  untuk pembayaran  upah  pekerja  (Tukang)  sampai  selesai  bangunan tersebut   layak  huni  (Ditempati).       Jadi  kami sangat  berhati-hati  melaksnakan  program  BSBS, karna  penggunaan  dana  merupakan   anggaran pemerintah.  Selain  pekerjaan  program  BSBS  tidak  mudah,  karna  nantinya diawasi  dengan  Tep’el.

    Disamping  itu, program  BSBS  dari Dinas Perumahaan  dan Permukiman Kota Bogor,  harus  mampu mensosialisasikan  kepada  warganya  atau  masyarakatnya  sesuai  dengan  domisili, melalui  kelurahaan  setempat. Agar nantinya dapat  tersalurkan  program  BSBS  tersebut .  Karna program ini harus  tersampaikan  kepada  yang membutuhkan  (Rakyat). Ungkapan  salah  satu  warga Pasir Mulya.     

    Harapan  saya selaku Kepala Dinas Perumahaan dan Permukiman Kota Bogor  yang mengantikana Pak Boris, tetap program  kegiatan  kami  laksanakan  dengan  juklisnya  atau  progresnya  sebaik-baiknya  dan sedetil  apapun  sesuai  dengan  peruntukannya, dan  kami saling  kerjasama  dengan bidang  yang  lain,  yang  ada Dispermukim  Kota  Bogor, agar kinerja  kami tetap  membangun Kota Bogor. (Herta)

    banner 468x60

    Subscribe

    Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

    No Responses

    Comments are closed.

    copyrihgt2019@PT.surya insan mandiri