Sunday 15th December 2019

    Pemerintah Pusat Harus Memberikan Keping KTP Pada Warga Kota Bogor Melebihi Kuota

    Pemerintah Pusat Harus Memberikan Keping KTP Pada Warga Kota Bogor Melebihi Kuota

    BOGOR-WARTA INDONESIA PEMBAHARUAN, Seluruh penduduk yang ada di seluruh Indonsia masih mempertanyakan kejelasan  kepeing KTP. Apalagi di sejumlah warga di Kota Bogor sangat mengeluhkan mulai dari pembuatan KTP elektronik yang begitu lama. Bahkan ada warga yangbelum mendapatkan KTP Elektronik satu sampai dua tahun, cuman hanya sekedar diberikan SuKet (Surat Keterangan).

    Dengan adanya dikeluarkan suket oleh pihak Disdukcapil Kota Bogor untuk sementara, menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Kependudukan dan PencatatanSipil (Disdukcapil) Kota Bogor mengatakan hal itu dikarenakan stok blangko masih terbatas.

    Dan selain dibatasi, jumlah pendistribusi blanko dari pemerintah pusat kepada semua pemerintah di  daerah menjadi fakta, untuk proses lamanya pembuatan KTP menjadi lama.“ Seperti contohnya dalam satu bulan Kota Bogor hanya diberikan kuota Blangko KTPsebanyak 500 keping, untuk didistribusikan kepada masayarakat.

    Padahal, porsi yang dibutuhan warga Kota Bogor,  jauh lebih tinggi dari pada porsi yangdiberikan,” daerah-daerah lain terhadap pusat, “ Ungkap Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil(Disdukcapil) Kota Bogor Sujatmiko Baliarto saat ditemui di ruang kerjanya, Kemarin.

    Lanjut Jatmiko, sedangkan untuk produksi cetak KT, harusnya rata-rata Disdukcapil membutuhkan atau  menyentuh angka 100 keping.Baik melalui pelayanan pembuatan secara online, maupun pembutan secara offline. Jika dibandingkan hal tersebut berbanding jauh, dari jumlah kuota yangdiberikan pemerintah pusat.

    “Disdukcapil Kota Bogor perbulan hanya dikasih 500 keping, sedangkan untuk perhari saja kita mencetak hanya sekitar 100 ya tidak akan cukup,”tuturnya.Jika melihat data dari statik jumlah pembuatan, 500 blangko yang diberikanpemerintah pusat, rata-rata habis dalam waktu dua hingga 3 hari kedepan.Hal ini juga yang menjadi sebab lamanya proses pembuatan KTP.

    “Bagaimana prosesnya lama, sedangkan  stoknya saja dua hingga tiga hari habis. Dikasih 500keping tiga hari kemudian sudah pasti habis itu,” keluhnya. Sedangkan untuk mensiasati hal ini, pihaknya menerapkan skala prioritas pembuatanKTP bagi masyarakat. Pembuatan KTP baru, lebih diprioritaskan ketimbangpengajuan perubahan data maupun pembuatan ulang KTP lantaran hilangdan alasan lainnya.“Makannya kita utamakan warga yang baru bikin KTP dulu. Kalau yanghilang, ubah data. ( Adv/Herta)

    banner 468x60

    Subscribe

    Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

    No Responses

    Comments are closed.

    copyrihgt2019@PT.surya insan mandiri